12/09/2019 Digital 0

Peran teknologi digital untuk mengasah kreativitas

Peran teknologi digital untuk mengasah kreativitas | Masyarakat berkembang semakin dinamis seiring bertambah majunya teknologi. Di era industri 4.0 generasi milenial sangat familiar dengan teknologi digital yang telah meluas penggunaanya ke berbagai bidang termasuk dibidang kreatif. Perusahaan Jepang sempat melakukan survey dan edukasi kepada masyarakat Indonesia terutama pelajar SMK jurusan animasi. Era kini  menggambar design, karikatur, gambar tiga dimensi maupun rancangan arsitektur banyak dicari oleh pasar bisnis. Salah satu perusahaan tersebut yaitu Wacom Co Ltd, perusahaan teknologi asal Jepang menilai banyak pelaku masyarakat yang kreatif, memiliki potensi untuk memajukan dunia karikatur maupun gambar animasi.

Menurut Oscar Budi seorang karikatur mengungkapkan dalam sebuah forum menggambar, kesulitan menggambar secara konvensional dengan media kanvas harus sangat berhati-hati. Salah sulit dihapus, namun saat menggambar melalui digital lebih cepat dan jika terjadi kesalahan mudah dihapus. terdapat kelebihan dan juga kekurangan. Gambar melalui kanvas hasilnya lebih orisinal, tentunya harganya lebih melangit. Sementara satu gambar karikatur melalui digital dengan rentang harga 200 ribu sampai 500 ribu. Perkembangan teknologi memudahkan proses kreatifnya. (Dilansir dari www.Koran-Jakarta.com)

Tidak hanya karikatur yang menikmati perkembangan digital yang menyenangkan, salah seorang penulis dari Situbondo—Ahmad Sufiatur yang juga sebagai komikus merasakan kenyamanan menggambar garapan dari luar negeri. Ia mengaku bekerja sebagai freelancer di salah satu web yang bernama webcomic. Ia biasanya membutuhkan lebih dari satu jam untuk sebuah sketsa di kertas, namun ketika pewarnaan lebih memilih menggunakan photoshop yang simpel dan mudah diaplikasikan. Tidak hanya itu, ia melukis di dalam komputer menggunakan pen tab. Hasilnya ciamik dibandingkan cara konvensional.

 

Perkembangan teknologi digital untuk kreativitas

 

Banyak manfaat yang dirasakan oleh beberapa orang yang berkecimpung di bidang kreatif, salah satunya pengusaha batik yang menggambar desainya tidak lagi menggunakan kertas untuk memperbesar ukuran gambar, lewat perkembangan digital. Gambar pesanan design menjadi lebih mudah.

Perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan kreativitas sangat banyak, termasuk mengasah pola pikir pada anak usia dini. Mereka bisa belajar angka dan huruf lewat video yang mudah didapatkan di Youtube. Begitu juga dengan kreativitas anak muncul ketika mereka mengenal nama hewan, suara dan bentuk secara visual tanpa harus pergi ke kebun binatang.

Kreativitas tidak bisa dibentuk namun bisa dipelajari secara sabar dan tekun hingga menghasilkan sebuah inovasi baru. Lewat perkembangan digital, belajar mengambil gambar dan menekuni dunia fotografi semakin mudah. Segalanya bisa dipelajari secara otodidak dengan melihat video tutorial dan mengaplikasikan pada praktik langsung.

Begitu juga dalam dunia digital, membaca buku juga sudah mudah diakses melalui perpustakaan digital. Pengetahuan semakin mudah dijangkau dan bisa diakses dengan satu sentuhan lewat aplikasi. Ide baru muncul setelah banyak membaca buku yang berkaitan dengan yang dipelajari. Tidak hanya itu membaca menjadi hal yang tidak membosankan karena sudah tersedia dalam versi audio. Pembaca hanya tinggal mendengarkan saja, di sela kesibukannya. Hal ini sudah membuat pekerjaan semakin efesien.

 

Peran teknologi digital untuk mengasah kreativitas

 

Peran Teknologi Digital Sangat Luas dan Bermanfaat

 

Beberapa peran teknologi digital yang akan dibahas berikut ini.

  1. Memudahkan proses kreativitas

Berkembangnya teknologi digital sudah semakin banyak rasa kebermanfaatan bagi manusia, seperti membantu mempercepat pekerjaan dan hasilnya lebih mudah dibawa kemana pun pergi. Seperti kreativitas menggambar, tidak perlu menyediakan canvas, kuas dan cat air. Cukup menggambar sketsa di dalam tablet dengan mudah. Saat menggambar pun tidak takut akan kesalahan, karena saat salah tidak akan menghabiskan kertas maupun cat air. Kelebihan dari menggambar lewat digital menghemat ruang, dan bahan.

 

2.Pekerjaan menjadi efiesien dan menghemat waktu

Masyarakat digital sudah sibuk dengan rutinitas harian, namun ia tidak ingin melewatkan proses kreatif seperti mengembangkan bakat dan minat dalam sebuah bidang. Zaman sudah serba cepat melangkah, masyarakat cepat menyukai sesuatu lalu cepat bosan dan beralih dengan hal unik yang lebih baru lagi. Menjadi pekerja kreatif di zaman milineal memiliki tantangan tersendiri, selain terus mengeluarkan ide-ide kreatif dan juga paham dengan pola pemasaran yang sudah berbasis online. Pekerjaan semakin mudah dan menghemat waktu dalam hal memanfaatkan teknologi digital. Seperti promosi secara off-air yang perlu banyak mendatangkan orang. Teknologi digital yang bekerja untuk menyebarkan informasi tersebut melalui media sosial.

Tidak hanya itu, para tentor yang memiliki keahlian dalam bidan tertentu dan ingin menularkan ilmunya kepada masyarakat luas tidak perlu mengadakan pertemuan di sebuah tempat. Pertemuan yang membutuhkan banyak biaya dan butuh persiapan serta konsep yang matang, belum lagi harus gencar berpromosi. Sekarang dengan adanya digitalisasi, ingin mengadakan acara workshop dan seminar bisa melalui grup-grup media sosial maupun siaran langsung tanpa harus mengundang orang yang ingin belajar ke tempat yang dituju. Waktu pun lebih bisa dimanajemen, ilmu pun bisa disampaikan kepada khalayak.

 

3. Peran Teknologi Digital Bisa Mendatangkan Lebih Banyak Pendapatan

Menjadi pekerja kreatif yang tidak terikat pada suatu lembaga bisa dengan bebas mengeksplor kreativitas dan potensi yang dimiliki. Seperti menjadi blogger dan vlogger yang memiliki personal branding yang kuat akan mudah mendapatkan tawaran lebih dari satu job dalam satu bulan. Ia pun mengerjakan harus menyesuaikan dengan jadwal dan tuntutan deadline. Memang sistem pekerja kreatif harus lebih tangkas dan cepat dalam mengerjakan sesuatu untuk memudahkan mengerjakan sisa tawaran kerja yang lainnya. Semakin cepat proses pengerjaan akan semakin cepat penurunan dana. Pendapatan akan datang sendiri tanpa harus dicari ketika sudah menjadi orang yang kompeten di bidang yang dikeluti.

 

4.Mengedukasi masyarakat tanpa menggurui

Teknologi digital sangat ajaib dalam hal menyebarkan informasi dan konten yang berbau informasi sensitif maupun edukasi sosial. Terkadang jika menjelaskan secara langsung seperti penyuluhan dan pertemuan tertentu. Beberapa pihak sulit untuk memahami materi, tidak jarang proses edukasi menjadi pasif dan komunikasi hanya berjalan satu arah. Kemudian usai acara, para peserta menjadi lupa dan tidak paham atas materi yang disampaikan. Tetapi lewat wadah digital, proses pengiriman informasi dan edukasi kepada masyarakat semakin cepat dan mudah meluas dalam hitungan jam saja. Seperti informasi layanan masyarakat maupun ajakan untuk melakukan kontribusi mencintai lingkungan. Fenomena ini akan memunculkan sebuah kreativitas baru, seperti lomba membuat tulisan tentang alam, lomba membuat konten video dengan ajakan mencintai alam dan membuat bahan daur ulang dari limbah.

Peran digital terhadap kreativitas manusia tidak terbatas, kembali lagi kepada individu sendiri. Jika memang ingin memajukan potensi dari diri, ia tidak akan segan selalu memperbanyak tambahan wawasannya lewat dunia digital, memodifikasi dan membuat hal baru yang bisa menjadi nilai jual. Kreativitas manusia dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan sosial, daya kreativitas yang dimiliki, trend yang sedang terjadi dan kebutuhan masyarakat digital yang semakin membludak. Terlepas dari kemudahan mengasah kreativitas di zaman digital, hasil kreativitas memiliki masa oleh karena itu proses kreavitias di era digital sudah pasti dinamis.

 

Oleh : Lulus Kurniawan



About the Author

Qlausa: Kami adalah Digital Agency yang mengkombinasikan antara teknologi dengan ide kreatif.

error: Hello World ! Welcome to Qlausa Digital Agency