18/05/2017 Branding, Businness, Digital 0

Tips Digital Marketing : jualan lewat Whatsapp

Tips Digital Marketing: jualan lewat Whatsapp | Berjualan secara konvensional sudah mulai tergeser dengan adanya jejaring sosial yang memudahkan untuk interaksi terutama Whatsapp. Berjualan lewat aplikasi ini lebih mudah untuk chatting dengan calon pembeli. Karena Whatsapp sudah digunakan semua kalangan dan mudah sekali mengenalkan produk yang kita jual. Apa yang membedakan kedua aplikasi ini? Banyak bedanya tetapi akan kami ulas di bawah ini.

Tips Digital Marketing: jualan lewat Whatsapp

Tidak ada yang sulit dalam menjual lewat aplikasi ini, terlebih penggunanya juga sudah paham dengan fungsi-fungsi dari tombol aplikasi. Sekalipun yang menggunakan ialah orang yang sudah berusia lanjut. Apa saja yang harus diperhatikan dalam berjualan melalui Whatsaap.

1. Memperbanyak jumlah kontak pertemanan

Sangat penting dalam proses jualan secara online yaitu sasaran pembeli, oleh sebab itu sering membangun relasi di dunia nyata dan meminta untuk menyimpan nomor ponselnya. Tidak ada ruginya menyimpan banyak kontak teman, selain menjalin persahabatan juga memudahkan dalam mengenalkan produk kepada mereka. Jika mereka tidak membeli setidaknya mereka tahu jenis barang yang kita jual. Suatu saat ketika ada seseorang yang membutuhkan barang yang serupa dengan yang kita jual pasti akan merekomendasikan pelapak yang ia lihat sebelumnya. Untuk mempermudah menyimpan nama kontak mereka, sesuaikan dengan di mana pertama kali mengenal. Jika melalui barang yang pernah dipesan, beri keterangan pelanggan. Sehingga saat membutuhkan calon pembeli yang dimaksud sudah mudah ditemukan. Begitu juga jika menemukan nama yang sama dengan beda orang, mudah untuk mengklasifikasikan.

2. Mengganti Display Picture secara berkala

Foto profil selalu berkaitan dengan branding produk yang dimiki. Buat foto profil produk yang kita miliki dengan nama pelapak dan juga disisipi nama web maupun nama medsos. Terkadang calon pembeli berusaha melihat seberapa kompeten penjual yang akan dihubungi. Biasanya mereka menggali informasi yang mendalam atas barang yang dijual, mulai dari mencari informasi di medsosnya maupun mencari ulasannya.

Jika produk kita sudah memiliki logo, gunakan logo dengan gambar yang kualitasnya lebih baik. Selain itu selipkan kalimat aktif pada profil. Jangan pernah membiarkan foto profil kosong, karena akan mengurangi kepercayaan audiens.

3. Aktif membuat status

Sering-seringlah untuk membuat status yang menarik dan bervariasi, untuk mengundang teman kontak melihat status kita. Utamakan membuat sesuai dengan waktu dan keadaan yang tepat. Jangan sampai membuat status berisi spam yang membuat pengguna Whatsaap yang berteman denganmu menjadi terganggu. Terlebih hanya memposting gambar tanpa penjelasan. Pengguna Whatsapp akan kekurangan minatnya pada barang yang dijual.

4. Buat Grup

Salah satu manfaat yang didapatkan berjualan melalui Whatsapp yaitu memudahkan untuk mendapatkan calon pelanggan dengan mengumpulkan dalam satu grup. Salah satu hal yang paling penting dalam membuat grup Whatsapp usahakan untuk tidak mengirimkan promosi dengan spam. Buat grup yang bernilai bermanfaat terlebih dahulu. Karena tidak semua anggota Whatsapp suka dimasukkan dalam grup tanpa izin. Alih-alih akan mengenal produk yang kita akan jual, malah berimbas dihapus kontak maupun blokir.

Teknik pertama sebelum membuat grup di Whatsapp dengan cara closing kepada calon konsumen. Berkenalan terlebih dahulu baik melalui chat pribadi maupun update status. Gunakan bahasa yang sopan dan tahu waktu untuk mengirimkan pesan. Jangan mengirimkan pesan di waktu orang sedang istirahat maupun jam sibuk. Karena akan berpengaruh pada respon yang mereka berikan. Jika membuat status, buatlah sebuah infografis menarik, agar audiens tertarik membaca sampai akhir.

5. Membuat broadcast

Broadcast atau pesan yang dikirimkan secara serentak kepada orang-orang lewat jalur pribadi masih sedikit diragukan keberhasilannya. Pasalnya pesan yang dikirim haruslah sesuatu yang memang mereka butuhkan. Kembali lagi pada individu yang beragam, tidak semua orang akan suka dikirimin pesan broadcast yang isinya langsung pada inti tanpa salam maupun perkenalan diri.

Format yang standart untuk mengirimkan pesan broadcast dimulai dari salam, pembukaan dengan tujuan yang jelas. Tidak terlalu berbasa-basi maupun boros mengungkapkan makna. Kemudian penjelasan produk dan alasan mengapa harus memiliki produk tersebut. Ditutup dengan salam yang ramah. Kemudian memberikan pilihan kepada calon pembeli memberikan respon atau membiarkannya ketika tidak butuh barang yang dimaksud pelapak.

Broadcast dilakukan hanya sesekali jika memang dibutuhkan, namun saat penjelasan sudah jelas melalui status Whatsapp, maka broadcast sudah tidak diperlukan lagi. Kecuali calon pembeli berminat mengetahui tentang produk tersebut. Percuma mengirimkan broadcast jika calon pembeli tidak suka malah memblokir pelapak.

6. Chatting

Untuk mendekatkan diri dengan calon pembeli juga sering memberikan feedback atas status yang mereka buat. Karena kalau pelapak ramah, mudah bergaul dan tidak terlalu kaku, pasti akan mudah diterima oleh calon pembeli. Intesitas chatting tidak terlalu membahas hal-hal yang pribadi. Menjadi pelapak harus profesional dan mampu memahami keinginan calon pembeli. Hal-hal yang kurang berhubungan dengan masalah pekerjaan sebaiknya ditinggalkan.

Kelebihan berjualan dengan aplikasi Whatsapp yaitu fitur yang lengkap bisa berkirim suara, gambar dan video maupun stiker yang lucu. Selain itu mudah melakukan pendekatan dengan calon pembeli.



About the Author

Qlausa: Kami adalah Digital Agency yang mengkombinasikan antara teknologi dengan ide kreatif.

error: Hello World ! Welcome to Qlausa Digital Agency