27/05/2019 Bisnis, Digital 0

Media sosial, Ladang Bisnis Di Era Digital

 

Media sosial, Ladang Bisnis Di Era Digital | Era digital sudah menjadi kebutuhan setiap orang membawa gadget ke setiap tempat. Mereka yang terbiasa membawa tidak hanya menggunakan ponsel untuk komunikasi maupun swa-foto. Tetapi, lebih banyak pengguna medsos yang betah duduk lama-lama atau berdiam diri di tempat dengan telepon pintar yang tersambung internet. Dunia digital sudah mengubah ekosistem kehidupan manusia, yang awalnya suka ngobrol setiap bertemu. Kini saat berjumpa semuanya sibuk dengan gadget masing-masing.

Medsos kini mengganti tempat untuk bersosialisasi. Orang-orang yang capek dengan rutinitas yang padat akan mencari hiburan atau interaksi dengan orang baru melalui medsos. Tak hanya untuk melihat konten, medsos menjadi wadah untuk membeli bahkan menjual barang. Platform medsos beragam dari facebook, twitter, instagram, youtube dan sebagainya.

 

1.Pengguna Media sosial terbanyak di Dunia

Menurut laporan penelitian yang judulnya “Essential Insights Into Internet, Sosial Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World” jumlah penggguna medsos aktif sebanyak 130 juta dari 265,4 juta jiwa populasi di Indonesia dengan presentasi 49 persen. (sumber : Kompas.com)

Seriring waktu berlalu jumlah pengguna medsos menanjak menjadi 56% dari jumlah populasi. Perhitungan ini diambil oleh badan riset Wearesosial Hootsuite yang dilakukan pada Januari 2019. Penduduk Indonesia yang menggunakan media sosial bertambah menjadi 150 juta jiwa. Tidak hanya kalangan dewasa, remaja, laki-laki maupun perempuan menggunakan media sosial.

Beragam Aktifitas Di Dunia Maya

Seratus lima puluh juta penduduk menggunakan macam-macam medsos secara aktif. Mulai dari berselancar di internet, menonton video, mendengarkan musik, bermain game, berbisnis dan menggunakan medsos. Menurut penggunaan waktu, rata-rata mereka menghabiskan waktu lima jam 20 menit untuk bermedia sosial. Perempuan sebagai pengguna lebih banyak yang selalu ingin tahu tentang keadaan media sosial. Begitu juga dengan laki-laki tidak kalah haus dengan media sosial, mereka bisa menghabiskan sekitar 4 jam setiap hari untuk bermedsos.

Pengguna medsos  paling banyak diminati ialah Facebook dengan total sekitar 65 juta pengguna aktif di Indonesia. Setiap hari ada sekitar 55 juta penguna facebook aktif yang mengakses melalui ponsel.

Indonesia masuk dalam kategori pengguna Facebook ketiga terbesar di dunia setelah India yang berjumlah 270 juta dan Amerika serika 240 juta. Pengguna terbesar menurut wilayah kota ialah Jakarta dengan jumlah 20 juta setelah Bangkok yang berjumlah 25 juta pengguna Facebook.

Data ini diambil pada bulan Agustus 2018. Setelah Facebook platform yang terbanyak digunakan di dunia ialah instagram lagi-lagi Indonesia masuk tiga besar tepatnya urutan ke-3 setelah Amerika Serikat dan Brazil. Jumlah pengguna instagram di Indonesia yaitu 56 juta.

Posisi media sosial yang paling banyak digunakan nomor tiga ialah twitter, namun Indonesia tidak masuk kategori pengguna terbanyak. Jumlah pengguna twitter di Indonesia hanya 6,6 juta dengan peringkat ke dua belas. Pada urutan pertama dipegang oleh Jepang dan Arab Saudi setelahnya dengan rentan yang jauh. Selisih 40,1 juta penduduk. (sumber: https://databoks.katadata.co.id)

2. Media Sosial yang Populer di Indonesia

Urutan pertama sangat jauh dari perkiraan sebelumnya, menurut data digital per-Januari 2019 Youtube menjadi media sosial yang paling sering dikunjungi, presentasenya sebanyak 88%. Semenjak sering viral konten-konten video di jejaring sosial. Pencarian yang paling banyak diakses menurut riset yaitu lagu dengan index 100, disusul film yang indeksnya 45. Trend vlogger juga digemari oleh pengguna Youtuber. Media sosial Youtube bisa menjadi ladang penghasilan baru dengan membuat konten video menarik dan berpotensi viral.

What’s App menjadi aplikasi ranking dua yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain memudahkan mengirim pesan, gambar maupun video. What’s App bisa membuat status, sehingga teman yang saling menyimpan kontaknya akan mudah melihat status terbaru, hanya saja story status hanya bisa dilihat selama 24 jam saja. Lewat dari jam itu status akan hilang sendirinya tanpa perlu dihapus. Kelebihan lain dari aplikasi ini bisa melakukan panggilan video call dengan kualitas yang jernih dan menghemat data. Aplikasi ini tidak berbayar, walaupun melakukan panggilan luar negeri hanya saja mengganti jaringan internet.

Facebook Nomor Tiga Terbanyak

Facebook menempati urutan ketiga sebagai tempat paling nyaman bagi netizen melakukan komunikasi. Aplikasi yang populer ini sudah menyerap banyak pembaruan selain bisa memposting status lebih dari 500 karakter sampai tidak terbatas. Terhubung dengan messenger dan instagram juga tersedia facebook fans page. Tools-toolsnya itu memudahkan pengguna pemula yang baru menggunakan facebook. Selain itu facebook juga bisa mengakses berita terkini maupun bermain game. Banyaknya minat pengguna facebook mengundang para pembisnis untuk menggelar lapak. Hal ini menjadi peluang tinggi bagi perusahaan yang ingin mempromosikan produknya melalui facebook sponspor yang akan muncul pada beranda kita sesuai dengan target dan wilayah yang akan dijangkau dari perusahaan tersebut.

3. Potensi Pertumbuhan Bisnis Melalui Media Sosial

Derasnya aliran pengguna medsos, dan segala sesuatu yang instan dibutuhkan. Medsos menjadi tempat untuk sekadar curhat, mengirimkan konten maupun pamer. Tetapi menjadi wadah para pelaku bisnis untuk menjadikan tempat paling nyaman mengembangkan usahanya. Heterogen penduduk memudahkan interaksi dari latar belakang yang berbeda maupun sumber daya yang tersedia di tempatnya. Komunikasi antarwilayah maupun negara sangat mudah dilakukan. Tidak jarang terjadinya hubungan bisnis walaupun tanpa bertemu.

Memanfaatkan medsos untuk berbisnis, harus memiliki track record yang baik. Untuk menumbuhkan kepercayaan tinggi dari pengguna medsos.  Berbagai cara untuk menarik minat konsumen. Produsen pun sering mengajak kerja sama dengan blogger, vlogger, buzzer maupun endoser. Masing-masing bekerja dengan cara yang sesuai dengan prosedur kerja sama.

Pengguna medsos akhirnya berlomba untuk memperbaiki branding dan memperbanyak follower. Sekarang platform untuk berjualan yang paling efektif melihat dari pengguna media sosial yang paling banyak digunakan seperti Instagram. Muncul beragam selebgram untuk membranding dirinya, memperbanyak pengikut dan menawarkan jasa untuk promosi produk. Tidak hanya barang yang ditawarkan, jasa juga makin diminati. Seperti pembuatan logo, pembuatan design, copy writting maupun menjadi droppshiper.

Media Sosial, Pusat Kehidupan Dunia Maya

Media sosial makin berkembang cara lama yang tidak relevan dengan perkembangan zaman akan tertinggal. Semakin hari semakin banyak warganet yang menjual jasa tips branding dan cara jualan yang efektif. Tujuannya untuk mendapatkan banyak kostumer dan kepercayaan. Karena zaman sekarang menggunakan teknik asa kebermanfaatan. Berbeda dengan zaman sebelumnya, yang menggunakan cara organik. Menjual barang melalui grup atau forum di media sosial, hingga tumbuhnya marketplace yang makin terjamin keamanannya. Mulai dari sering unggah gambar display produk dan keterangan harga, sampai mengajak banyak orang untuk ikut promosikan produknya.

Potensi perkembangan bisnis makin tajam, dengan munculnya macam-macam media sosial. Media sosial akan terus berinovasi berbanding lurus dengan warganet. Masyarakat harus selektif dalam memilih pertemanan dalam dunia maya dan melakukan transaksi bisnis yang aman pada aplikasi dengan pihak ketiga. Selain itu, media sosial memiliki banyak dampak positif yaitu masyarakat makin melek informasi dan kemudahan dalam bertransaksi.

Media sosial tidak hanya sebagai ajang promosi diri (red.pamer), tetapi sebagai pusat kehidupan maya global yang baru. Tempat menaikkan citra diri maupun menjadikan taraf hidup semakin baik. Platform media sosial sudah menawarkan kemudahan pengguna medsos untuk mengembangkan potensi diri dan bisnis.



About the Author

Qlausa: Kami adalah Digital Agency yang mengkombinasikan antara teknologi dengan ide kreatif.

error: Hello World ! Welcome to Qlausa Digital Agency