7 Cara Mengaudit Rekam Jejak Digital untuk Mengurangi Risiko Influencer Marketing

7-Cara-Mengaudit-Rekam-Jejak-Digital-untuk-Mengurangi-Risiko-Influencer-Marketing-Qlausa-1.jpg
In: Insight Marketing

Di balik popularitas influencer, terdapat risiko influencer marketing yang tersembunyi seperti masa lalu kontroversial atau audiens palsu yang dapat merusak reputasi merek. Audit rekam jejak digital menjadi langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan sebelum memutuskan bekerja sama untuk meminimalkan risiko influencer marketing tersebut. Audit menyeluruh membantu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini dan memastikan kemitraan dibangun di atas fondasi kokoh. Berikut adalah 7 cara efektif mengaudit rekam jejak digital influencer untuk mengurangi risiko dalam pemasaran.

1. Analisis Konsistensi Konten Sepanjang Waktu

Telusuri linimasa konten influencer selama 6-12 bulan ke belakang untuk mendeteksi perubahan arah atau nilai yang dianut. Periksa konsistensi konten dengan niche saat ini karena perubahan drastis dapat menandakan ketidakstabilan atau sekadar mengejar tren. Amati juga kualitas konten dari waktu ke waktu untuk melihat potensi penurunan. Konten yang asal-asalan mencerminkan kurangnya profesionalisme dan dedikasi.

2. Telusuri Jejak Kontroversi dan Sentimen Publik

Rekam jejak digital yang bersih adalah aset berharga, sementara kontroversi masa lalu bisa menjadi bom waktu. Lakukan penelusuran menyeluruh menggunakan mesin pencari dengan kata kunci seperti “kontroversi” atau “skandal”, serta periksa kolom komentar dan platform X. Cermati tidak hanya kontroversi yang melibatkan influencer secara langsung, tetapi juga keterkaitannya dengan individu atau kelompok bermasalah. Dukungan terhadap figur kontroversial atau keterlibatan dalam gerakan sensitif harus menjadi pertimbangan serius.

7 Cara Mengaudit Rekam Jejak Digital untuk Mengurangi Risiko Influencer Marketing

3. Evaluasi Interaksi dengan Merek Sebelumnya

Salah satu indikator terbaik tentang bagaimana seorang influencer akan bekerja sama dengan suatu merek adalah dengan melihat bagaimana interaksi dengan mitra sebelumnya. Pelajari unggahan berbayar (sponsored post) yang pernah dibuat, setidaknya dari 3 hingga 5 kerja sama terakhir.

Perhatikan beberapa aspek penting:

  • Kualitas penyampaian: Apakah pesan merek disampaikan secara alami atau terkesan kaku dan seperti membaca skrip?
  • Kesesuaian dengan merek: Apakah influencer bekerja sama dengan berbagai merek yang saling bertentangan? Misalnya, mempromosikan produk kecantikan dari dua merek pesaing dalam waktu berdekatan.
  • Respon audiens: Bagaimana reaksi audiens terhadap konten berbayar tersebut? Apakah ada komentar negatif yang mengarah pada merek?
  • Kepatuhan regulasi: Apakah influencer mencantumkan keterangan yang jelas bahwa konten tersebut merupakan iklan atau kerja sama berbayar? Kepatuhan terhadap regulasi seperti ini menunjukkan profesionalisme.

Influencer yang memiliki rekam jejak baik dalam bekerja sama dengan merek cenderung akan memberikan hasil serupa di masa depan.

4. Periksa Kualitas Engagement dan Deteksi Pengikut Palsu

Jumlah pengikut memang mudah terlihat, tetapi kualitas engagement adalah indikator yang lebih berarti. Audit terhadap kualitas interaksi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa influencer memiliki audiens yang nyata dan terlibat aktif.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Komentar generik: Banyak komentar seperti “nice post”, “great”, atau emoji tidak jelas yang tidak relevan dengan konten.
  • Lonjakan pengikut tidak wajar: Pertambahan jumlah pengikut dalam waktu singkat secara drastis, terutama tanpa diiringi peningkatan engagement yang sebanding.
  • Rasio engagement tidak konsisten: Postingan tertentu memiliki engagement sangat tinggi sementara yang lain sangat rendah, terutama jika pola tersebut tidak berkaitan dengan kualitas konten.
  • Akun komentar mencurigakan: Profil akun yang meninggalkan komentar seringkali kosong, tidak memiliki foto profil, atau hanya memiliki sedikit postingan.

Penggunaan tools seperti HypeAuditor, SocialBlade, atau Modash dapat membantu mendeteksi keaslian audiens secara lebih akurat. Tools ini menganalisis pola pengikut, mendeteksi bot, dan memberikan skor keaslian yang dapat dijadikan acuan.

Baca Juga: Perbandingan Biaya Influencer Marketing antara Makro dan Mikro Influencer

5. Analisis Kesesuaian Nilai dan Gaya Hidup

Di luar angka, nilai pribadi dan gaya hidup influencer perlu diaudit untuk memastikan kesesuaian dengan nilai merek. Perhatikan konten non-komersial yang dibagikan, termasuk sikap terhadap isu lingkungan, kesetaraan, atau isu sosial lainnya. Pastikan gaya hidup yang ditampilkan selaras dengan positioning merek yang diusung. Konsistensi antara nilai pribadi dan merek akan menentukan seberapa autentik kolaborasi yang terjalin.

6. Pantau Aktivitas di Berbagai Platform

Aktivitas influencer di platform lain seperti YouTube, X, atau blog perlu diperiksa untuk mendapatkan gambaran kepribadian yang lebih utuh. Konten di setiap platform bisa memiliki tone berbeda, misalnya terlihat kalem di Instagram namun kontroversial di X. Perbedaan ini penting dicermati karena kontroversi di satu platform dapat dengan mudah menyebar ke platform lain. Perhatikan pula bagaimana influencer berinteraksi dengan pengikut, apakah responsif atau justru kasar terhadap kritik.

7. Lakukan Pengecekan Latar Belakang secara Menyeluruh

Langkah terakhir adalah melakukan pengecekan latar belakang komprehensif melalui pemberitaan media maupun platform independent. Periksa apakah ada masalah hukum, skandal, atau kontroversi yang melibatkan influencer tersebut. Cermati pula afiliasi dengan individu atau organisasi bermasalah serta pandangannya terhadap isu publik sensitif. Pengecekan ini penting untuk memastikan tidak ada “kerangka dalam lemari” yang dapat merusak reputasi merek.

Baca Juga: 7 Kesalahan dalam Influencer Marketing

Kesimpulan

Audit rekam jejak digital adalah investasi untuk melindungi reputasi merek dalam jangka panjang. Di era informasi yang menyebar cepat, satu kesalahan memilih mitra dapat berakibat fatal. Dengan menerapkan 7 cara audit seperti analisis konsistensi konten, penelusuran kontroversi, dan pengecekan latar belakang, risiko dalam influencer marketing dapat ditekan. Pemilihan influencer yang tepat merupakan perpaduan antara data kuantitatif dan penilaian kualitatif yang cermat. Ketika rekam jejak bersih dan selaras dengan nilai merek, kolaborasi akan membuahkan hasil optimal dan berkelanjutan.

Qlausa membantu brand meminimalkan risiko influencer marketing melalui perencanaan strategi dan evaluasi kolaborasi yang lebih terukur. Lihat portofolio kami dan temukan bagaimana pendekatan yang terarah membantu berbagai brand meningkatkan awareness dan konversi melalui kolaborasi digital yang lebih strategis. Hubungi kami segera untuk konsultasi GRATIS melalui WhatsApp 0851 5866 8889 atau email hello@qlausa.com.